Sabtu, 12 Jun 2010

SEKADAR RENUNGAN 2

Kopiwasian kumaa tompinai ngawi..

Kali ini saya ingin berkongsi cerita benar yang terjadi pada zaman kegemilangan pemerintahan Rom.

Pada zaman Yudea berada di bawah kekuasaan Rom, adalah perkara biasa bagi seorang prajurit Rom untuk menangkap pemuda yang ditemuinya dalam perjalanan dari kota ke kota. Tujuan pemuda ini ditangkap biasanya untuk dijadikan pembawa barang-barangnya kerana prajurit perlu menyimpan tenaga untuk pertempuran. Namun demikian, Kerajaan Rom hanya memperbolehkan prajuritnya memaksa pemuda ini berjalan mengangkat barangnya sepanjang 1 mil (1 batu). Setelah jarak ini, pemuda itu harus dibebaskan dan prajurit ini akan mengangkat barangnya sendiri sampai menemukan pemuda lainnya yang boleh dipergunakannya. Adalah lazim bagi seorang pemuda mengukur jarak perjalanan 1 mil dari rumahnya dan menandakan hujung jarak itu bagi mengetahui jarak yang perlu ditempuhinya, kalau-kalau ada prajurit Rom yang menyuruh dia berbuat demikian.

Jadi perjalanan 1 mil ini adalah paksaan, atau kewajiban, suatu yang dituntut, sepertimana prajurit itu menuntut seorang membawa barang sejauh 1 mil. Tetapi tidak ada paksaan dan tuntutan kalau pemuda ini meneruskan sehingga mil yang kedua. Jadi prajurit ini tidak ada hak menuntut. Saya terbayangkan perjalanan pertama penuh dengan teriakan "cepat! cepat!.." dari prajurit itu.. dan mungkin juga disertai dengan sebatan dan sepakan. Tetapi perjalanan di mil yang kedua? pastinya prajurit ini terdiam dan tertanya2 kenapa pemuda ini masih sanggup meneruskan.. Bila prajurit ini bertanya kenapa... inilah masa yang sesuai bersaksi tentang kehidupan kita dan menjadi tauladan yang baik. Dan pastinya prajurit ini lebih sudi mendengarkan penjelasan pemuda ini pada mil yang kedua, berbanding kalau pemuda tadi cuba memberi penjelasan semasa perjalanan di mil yang pertama.

Dalam kehidupan harian, mil pertama boleh disifatkan sebagai waktu kerja kita, deadline, pelayanan atau apa sahaja "seperti yang dituntut". Semua orang boleh melakukan hal itu. Tapi kalau kita mahu maju dalam apa pun bidang yang kita ceburi kita harus berbeza dengan melakukan mil yang kedua, dan perjalanan di mil yang kedua biasanya akan membawa hal-hal yang luarbiasa. Di mil yang pertama, biasanya "kita mendengarkan orang" arahan-arahanya, marah-marahnya, kutukan dan sebagainya.. tetapi di mil yang kedua, orang akan mendengar dari kita... Bagaimana kita berjaya dan bagaimana cerita kehidupan kita.

Seruan saya kepada warga TU dan anak-anak Talantang khususnya mari kita sama-sama belajar untuk memiliki kerendahan hati dalam mengejar cita-cita kita, baik dalam kerjaya, pendidikan atau hal-hal yang berkaitan dengan kekeluargaan. Mari kita sama-sama belajar melakukan lebih dari yang sepatutnya..maksudnya bukan hanya 1 mil tapi 2 mil bahkan lebih...

Tiada apa-apa yang istimewa terjadi dalam hidup dan kerjaya kita? Mungkin kita masih di mil pertama..Renung-renungkan.

Salam pisompuruan....

Tiada ulasan: